Makalah Jaringan Nirkabel Tentang Antena Lenkap
Pengertian Antena
Antena adalah suatu alat listrik yang dapat mengubah sinyal listrik menjadi gelombang elektromagnetik kemudian memancarkannya ke ruang bebas atau sebaliknya yaitu menangkap gelombang elektromagnetik dari ruang bebas dan mengubahnya menjadi sinyal listrik. Antena juga tergolong sebagai Transduser karena dapat mengubah suatu bentuk energi ke bentuk energi lainnya.
Antena merupakan salah satu komponen atau elemen terpenting dalam suatu rangkaian dan perangkat Elektronika yang berkaitan dengan Frekuensi Radio ataupun gelombang Elektromagnetik. Perangkat Elektronika tersebut diantaranya adalah Perangkat Komunikasi yang sifatnya tanpa kabel atau wireless seperti Radio, Televisi, Radar, Ponsel, Wi-Fi, GPS dan juga Bluetooth. Antena diperlukan baik bagi perangkat yang menerima sinyal maupun perangkat yang memancarkan sinyal. Dalam bahasa Inggris, Antena disebut juga dengan Aerial.
Cara Kerja Antena
Pada umumnya Antena terdiri dari elemen atau susunan bahan logam yang terhubung dengan saluran Transmisi dari pemancar maupun penerima yang berkaitan dengan gelombang elektromagnetik. Untuk membahas lebih lanjut mengenai cara kerjanya, kita mengambil sebuah contoh pada sebuah Stasiun Pemancar Radio yang ingin memancarkan programnya, pertama kali stasiun pemancar tersebut harus merekam musik atau menangkap suara si pembicara melalui Mikropon yang dapat mengubah suara menjadi sinyal listrik. Sinyal listrik tersebut akan masuk ke rangkaian pemancar untuk dimodulasi dan diperkuat sinyal RF-nya.
Dari Rangkaian Pemancar Radio tersebut, sinyal listrik akan mengalir ke sepanjang kabel transmisi antena hingga mencapai Antenanya. Elektron yang terdapat dalam sinyal listrik tersebut bergerak naik dan turun (bolak-balik) sehingga menciptakan radiasi elektromagnetik dalam bentuk gelombang radio. Gelombang yang menyertakan program radio tersebut kemudian akan dipancarkan dan melakukan perjalanan secepat kecepatan cahaya.
Pada saat ada orang mengaktifkan radionya sesuai dengan frekuensi pemancar di jarak beberapa kilometer kemudian, gelombang radio yang dikirimkan tersebut akan mengalir melalui Antena dan menyebabkan elektron bergerak naik dan turun (bolak-balik) pada Antena yang bersangkutan sehingga menimbulkan energi listrik. Energi listrik ini kemudian diteruskan ke rangkaian penerima radio sehingga kita dapat mendengarkan berbagai program dari Stasiun Radio.
Karakteristik dan Parameter Kinerja Antena
Antena memiliki beberapa karakteristik penting dalam mendukung kinerjanya. Karakteristik atau Parameter Kinerja ini perlu diperhatikan saat kita membuat Antena dan juga pada saat kita memilih jenis Antena yang kita perlukan.
Empat Karakteristik atau Parameter Kinerja Antena tersebut diantaranya adalah sebagai berikut :
1. Pola Radiasi Antena (Radiation Pattern)
Pola Radiasi atau Radiation Pattern adalah penggambaran radiasi yang berkaitan dengan kekuatan gelombang radio yang dipancarkan oleh antenna ataupun tingkat penerimaan sinyal yang diterima oleh antenna pada sudut yang berbeda. Pada umumnya Pola Radiasi ini digambarkan dalam bentuk plot 3 dimensi. Pola radiasi antenna 3 dimensi ini dibentuk oleh dua pola radiasi yaitu pola elevasi dan pola azimuth. Bentuk pola radiasi adalah Pola Omnidirectional pattern yaitu pola radiasi yang serba sama dalam satu bidang radiasi dan Pola Drective yang membentuk bola berkas yang sempit dengan radiasi yang tinggi.
2. Keterarahan (Directivity)
Keterarahan atau Directivity adalah perbandingan antara dentisitas daya antenna pada jarak sebuah titik tertentu relatif terhadap sebuah radiator isotropis. Yang dimaksud dengan Radiator Isotropis adalah pemancaran radiasi Antena secara seragam ke semua arah.
3.Gain
Gain atau sering juga disebut dengan Directivity Gain adalah sebuah parameter Antena yang mengukur kemampuan antena dalam mengarahkan radiasi sinyalnya atau penerimaan sinyal dari arah tertentu. Dengan kata lain, Gain digunakan untuk mengukur efisiensi sebuah Antena. Gain diukur dalam bentuk satuan decibel.
4. Polarisasi (Polarization)
Polarisasi atau Polarization dapat diartikan sebagai arah rambat dari medan listrik atau penyebaran vektor medan listrik. Polarisasi Antena yang dimaksud disini adalah orientasi medan listrik dari gelombang radio yang berhubungan dengan permukaan bumi dan kecocokan struktur fisik antena dengan orientasinya. Mengenali Polarisasi bermanfaat untuk mendapatkan efisiensi maksimum pada transmisi sinyal.
Jenis-jenis Antena
Jenis-jenis antena menurut kebutuhan pola penyebaran sinyalnya dibagi menjadi dua yaitu :
1. Antena Directional
2. Antena Omnidirectional
1. Antena Directional
Antena jenis ini merupakan jenis antena dengan narrow beamwidth, yaitu punya sudut pemancaran yang kecil dengan daya lebih terarah, jaraknya jauh dan tidak bisa menjangkau area yang luas, antena directional mengirim dan menerima sinyal radio hanya pada satu arah, umumnya pada fokus yang sangat sempit, dan biasanya digunakan untuk koneksi point to point, atau multiple point. Contoh jenis antena yang termasuk antena directional diantaranya “Antena Grid”, “Antena Yagi”, “Antena Sectoral”, “Antena Parabolic”, dan “Antena Wajanbolic”. Berikut diuraikan penjelasan masing-masing jenis antena directional.
1.1 Antena Grid
Antena Grid adalah antena outdoor yang biasanya dipasang pada hotspot untuk jarak tembak sinyal yang cukup jauh sekitar 15 km. Kekuatan sinyal antena grid ini bisa dibanggakan, karena memiliki jangkauan sinyal sekitar 15-45 km asalkan pada posisi loss (tidak ada hambatan). Antena Grid memiliki gain atau daya penguatnya hingga 27 dBi. Antena grid merupakan salah satu antena wifi yg paling populer. Perangkat keluaran TPLINK ini berfungsi untuk memperkuat dan mengarahkan sinyal wireless untuk melakukan koneksi point to point, multi point, atu sebagai client dai RT/RW NET. Fungsinya adalah dimana antenna ini adalah menerima dan mengirim signal data dengan sisitem gelombang radio 2,4 Mhz, dimana data tersebut bisa dalam bentuk intranet atau internet.
Adapun untuk kelebihan dan kekurangan Antena Grid adalah sebagai berikut :
Kelebihan dari menggunakan Antena Grid yaitu:
• Harga lebih murah dari antena omni
• Jarak sinyal lebih jauh
Kekurangan dari menggunakan Antena Grid yaitu:
• Daerah persebaran sinyal relatif lebih kecil dari pada antena omni yaitu sekitar 15 derajat.
• Sulit memasang agar mendapatkan sinyal yang bagus untuk jarak tembak sinyal yang sangat jauh.
Perbedaan pemasangan antena grid secara horizontal dan vertikal sangat berpengaruh pada bentuk penyebaran sinyal. Pada posisi vertikal sinyal yang dipancarkan secara rapat, namun daya jangkaunya sangatlah jauh. Sedangkan pemasanganantena gridsecara horizontal sinyal yang dipancarkan menjadi lebih lebar namun dengan daya jangkaunya yang kurang dari daya jangkau vertikal. Apabila terdapat dua titik lokasi yang akan dihubungkan dengan posisi antena grid horizontal dan vertikal, maka kemungkinan besar akan terjadi tabrakan sinyal dan menjadi tidak terkoneksi. Hal tersebut dikarenakan posisi antena gridyang berbeda sehingga menyebabkan PowerLoss.
1.2 Antena Yagi
Pada tahun 1926 Dr. Hidetsugu Yagi dan Dr. Shintaro Uda dari Tohoku Imperial University menemukan sebuah antena yang saat ini umum digunakan, antena ini dinamakan Yagi Uda. Tetapi biasanya lebih sering disebut Antena Yagi. Antena Yagi Uda mudah kita jumpai di Indonesia, biasa digunakan sebagai Antena TV yang dipasang di atap rumah. Antena Yagi bekerja pada jangkauan frekuensi 30 MHz sampai 3GHz. Dengan jarak 40 sampai 60 km. Antenna Yagi biasanya memiliki Gain sekitar 7-19 dBi.
Antenna Yagi terdiri dari beberapa bagian, yaitu:
1. Driven adalah titik catu dari kabel antenna, biasanya panjang fisik driven adalah setengah panjang gelombang (0,5 λ) dari frekuensi radio yang dipancarkan atau diterima.
2. Reflektor adalah bagian belakang antenna yang berfungsi sebagai pemantul sinyal,dengan panjang fisik lebih panjang daripada driven. Panjang biasanya adalah 0,55 λ (panjang gelombang).
3. Director adalah bagian pengarah antena, ukurannya sedikit lebih pendek daripada driven. Penambahan batang director akan menambah gain antena, namun akan membuat pola pengarahan antena menjadi lebih sempit. Semakin banyak jumlah director, maka semakin sempit arahnya.
4. Boom adalah bagian ditempatkannya driven, reflektor, dan direktor. Boom berbentuk sebatang logam atau kayu yang panjangnya sepanjang antena itu.
Adapun untuk kelebihan dan kekurangan Antena Yagi adalah sebagai berikut :
Kelebihan dari menggunakan Antena Yagi yaitu:
• Penguatan dapat kita atur sesuai kebutuhan.
• Menggunakan prinsip antena direksional.
• Bisa digunakan pada frekuensi tinggi.
Kekurangan dari menggunakan Antena Yagi yaitu:
• Bahan untuk merangkai cukup banyak.
• Pembuatan dan perhitungan relatif sulit.
1.3 Antena Sectoral
Antena Sectoral adalah perangkat jaringan wireless yang memiliki kemampuan menyebarkan sinyal secara directional (searah). Antena Sectoral hampir mirip dengan antena omnidirectional. Yang juga digunakan untuk Access Point to serve a Point-to-Multi-Point (P2MP) links. Beberapa antenna sectoral dibuat tegak lurus, dan ada juga yang horizontal. Antena sectoral mempunyai gain jauh lebih tinggi dibanding omnidirectional antena di sekitar 10-19 dBi, yang bekerja pada jarak atau area 6-8 km. Sudut pancaran antenna ini adalah 45-180 derajat dan tingkat ketinggian pemasangannya harus diperhatikan agar tidak terdapat kerugian dalam penangkapan sinyal. Dalam frekuensi, sektoral memiliki 2,4 Ghz dan memiliki jangkuan 90 dan 120 derajat.
Pola pancaran yang horisontal kebanyakan memancar ke arah mana antenna ini di arahkan sesuai dengan jangkauan dari derajat pancarannya, sedangkan pada bagian belakang antenna tidak memiliki sinyal pancaran. Antenna sectoral ini jika di pasang lebih tinggi akan menguntungkan penerimaan yang baik pada suatu sector atau wilayah pancaran yang telah di tentukan.
Adapun untuk kelebihan dan kekurangan Antena Sectoral adalah sebagai berikut :
Kelebihan dari menggunakan Antena Sectoral yaitu:
• Relative berbiaya rendah.
• Relative lebih aman.
• Reabilitas.
Kekurangan dari menggunakan Antena Sectoral yaitu:
• Kurang fleksibel jika ada ekspansi.
• Mobilitas yang kurang.
• Kelemahan pada konfigurasi.
1.4 Antena Parabolic
Antena Parabolic atau Antena Parabola adalah sebuah antena berdaya jangkau tinggi yang digunakan untuk komunikasi radio, televisi dan data dan juga untuk radiolocation (RADAR), pada bagian UHF and SHF dari spektrum gelombang elektromagnetik. Panjang gelombang energi (radio) elektromagnetik yang relatif pendek pada frekuensi-frekuensi ini menyebabkan ukuran yang digunakan untuk antena parabola masih dalam ukuran yang masuk akal dalam rangka tingginya unjuk kerja respons yang diinginkan baik untuk menerima atau pun memancarkan sinyal.
Antena parabola berbentuk seperti piringan. Antena parabola dapat digunakan untuk mentransmisikan berbagai data, seperti sinyal telepon, sinyal radio dan sinyal televisi, serta beragam data lain yang dapat ditransmisikan melalui gelombang. Fungsi antena parabola yang umum diketahui oleh masyarakat di Indonesia adalah sebagai alat untuk menerima siaran televisi satelit. Antena Parabola Dipakai untuk jarak menengah atau jarak jauh dan memiliki gain yang bisa mencapai antara 18 sampai 28 dBi.
Bentuk antena yang seperti piring memantulkan sinyal ke titik fokus piringan tersebut. Di titik fokus tersebut ditempatkan sebuah alat yang disebut feedhorn. Alat ini menjadi titik pusat untuk pemandu gelombang yang mengumpulkan sinyal di atau dekat di titik fokus dan mengubahnya menjadi low-noise block downconverter (LNB). LNB mengubah sinyal dari gelombang elektromagnetik atau gelombang radio menjadi sinyal listrik dan menggeser rentangnya dari C-band atau Ku-band menjadi L-band. Antena parabola untuk penyiaran langsung menggunakan LNFB, yang mengintegrasikan feedhorn dengan LNB.
Theoretical gain dari sebuah antena parabola meningkat seiring dengan meningkatnya frekuensi. Gain yang sebenarnya bergantung dari banyak faktor, diantaranya hasil akhir permukaan parabola, akurasi bentuk, dan kesesuaian feedhorn. Nilai umum bagi konsumen yang memiliki antena parabola 60cm 11.75 GHz adalah 37.50 dB. Dengan menggunakan frekuensi lebih rendah seperti C-band, pembuat antena parabola memiliki pilihan lebih luas untuk bahan pembuatannya. Ukuran antena parabola besar yang dibutuhkan untuk frekuensi lebih rendah mendorong antena parabola untuk dikonstruksi dari lempengan logam dan kerangka logam. Pada frekuensi lebih tinggi desain tipe lempengan lebih sedikit meskipun beberapa desain menggunakan piringan padat.
Miskonsepsi yang umum terjadi adalah LNBF, alat di depan piringan, menerima sinyal langsung dari atmosfer. Sebagai contoh, hitung mundur BBC News menunjukkan “arus data merah” diterima langsung oleh LNBF daripada diterima oleh piringannya lebih dulu. Seharusnya bentuk parabola akan mengumpulkan sinyal ke wilayah yang lebih kecil dan mengirimkannya ke LNBF. Piringan modern yang ditujukan untuk digunakan pada televisi rumahan umumnya berdiameter 43-80 cm. Antena parabola tersebut tidak bisa dipindah-pindahkan/fixed position. Ini berlaku untuk antena parabola untuk menerima sinyal Ku-band. Sehubungan dengan adanya layanan direct broadcast satellite, antena-antena parabola untuk keperluan rumah biasanya memiliki parabola C-Band yang memiliki motor. Diameter parabola ini sebesar 3 meter. Tujuan adanya motor adalah untuk menerima saluran-saluran dari satelit penyiaran yang berbeda. Piringan yang terlampau kecil untuk antena parabola masih memiliki gangguan, seperti gangguan sinyal akibat hujan dan gangguan dari satelit-satelit lain.
Adapun untuk kelebihan dan kekurangan Antena Parabolic adalah sebagai berikut :
Kelebihan dari menggunakan Antena Parabolic yaitu:
• Dapat digunakan untuk menerima 3 satellite sekaligus tanpa harus menggerakkan antenna.
• Dapat menampilkan gambar dari semua TV dari satelit yang ditangkap dalam sekejap.
• Kondisi permanent sehingga tidak gampang goyah terhadap posisi.
• Signal quality dapat maksimum.
Kekurangan dari menggunakan Antena Parabolic yaitu:
• Tidak dapat digunakan menangkap satelit lebih dari 5.
• Membutuhkan lebih banyak LNBF (Low Noise Block Frequency).
• Channel yang diterima lebih sedikit.
1.5 Antena Wajanbolic
Antena Wajanbolic adalah sebuah antena nirkabel yang terbuat dari wajan yang digunakan untuk memperkuat sinyal radio. Hebatnya lagi, ini adalah penemuan anak Indonesia lho. Wajanbolic atau dalam bahasa Inggris wokbolic adalah antena yang dibuat dengan bahan utama wajan penggorengan. Wajanbolic yang pertama kali digagas oleh Pak Gunadi dan dipopulerkan oleh kang Onno W Purbo memang fenomenal. Paling sering digunakan untuk RT/RW net atau hotspot wifi dengan frekuensi 2,4 GHz yang memang bebas alias free. Namun tak hanya untuk frekuensi 2,4 GHz saja karena antena ini bisa dimodifikasi sebagai penangkap sinyal 3G GSM maupun CDMA. Antena Wajanbolic memiliki daya gain hingga mencapai 36dBm.
Perbedaan mendasar dari ketiganya adalah frekuensi yang digunakan sehingga perhitungan untuk bahan berbeda, modem yang digunakan juga berbeda. Modem ini yang kemudian dipasang di antena penerima. Saya berusaha mengumpulkan teori pembuatan wajanbolic jika sewaktu-waktu dibutuhkan tidak terlalu pusing mencari di google. Perlu diperhatikan yaitu perbedaan antena penerima dengan antena penguat sinyal. Antena penerima membutuhkan modem penerima yang dipasang pada antena (wajan, kaleng atau yang lainnya). Sedangkan antena penerima penguat sinyal tidak memerlukan modem terpasang di antena. Benar nggak sih. Untuk CDMA 1900 MHz kemungkinan masih sulit mencari modem yang murah, jika tak keberatan bisa saja HP dipasang di antena. Nah yang pertama kali wajib dipelajari yaitu tentang wajanbolic e-goen, dan teori tentang wajanbolic 3G GSM.
Antena Wajanbolic e-goen di kembangkan oleh Pak Gunadi (Pak Gun) atau lebih di kenal e-goen. Pak Gun berasal dari Jogyakarta alumni STEMBAYO. Informasi terakhir, beliau bekerja di Indosat menjadi salah seorang yang bertanggung jawab di Stasiun Bumi Indosat di Purwakarta. Sejak 2005-awal 2006, sosok e-goen dominan memberikan inspirasi bagi bangsa Indonesia untuk mengembangkan antenna wajan & antenna panci di Indonesia. Antenna wajan yang kemudian dikenal sebagai wajanbolic e-goen menjadi andalan utama bagi mereka yang ingin membangun RT/RW-net atau Wireless Internet murah di rumahnya dengan modal sekitar Rp. 300-350.000 saja. Pak Gun aktif di mailing list indowli@yahoogroups.com dan mengajarkan subscriber indowli@yahoogroups.com teknik-teknik membuat antenna murah menggunakan wajan, kaleng, pipa pralon. Dengan peralatan yang sangat sederhana kita dapat membangun sambungan Wireless Internet yang cukup jauh untuk menjangkau wilayah lebih dari 2-4 km. Dimasa sekarang kita sudah tau jaringan tanpa kabel yaitu Wireless, jaringan ini sudah di legalkan oleh pemerintah pada tahun 2005. Sekarang untuk akses jaringan ini kita memerlukan perangkat keras berupa Akses point, WLAN, dan juga USB wi-fi yang bekerja pada frekwensi 2,4 Ghz. Apabila kos-kosan kita dekat area hotspot kita hanya memerlukan salah satu perangkat keras diatas, kalau kos-kosan kita jauh bagaimana? Sekarang kita membahas tentang cara membuat antena wajan bolic yang sekarang lagi naik daun. Antena wajan bolic bertujuan untuk memperhemat dana dari pada membeli antena grid atau yagi yang mahal itu, tapi antena wajan bolic dibuat untuk mecrack keamanan ISP.
Prinsip kerja wajan bolic mirip seperti parabola, yaitu mengumpulkan gelombang elektromagnet yang tertangkap oleh wajan/parabola menuju titik fokus di tengah wajan. Nah pada titik fokus inilah kita menempatkan adapter wifi atau modem.
Adapun untuk kelebihan dan kekurangan Antena Wajanbolic adalah sebagai berikut :
Kelebihan dari menggunakan Antena Wajanbolic yaitu :
• Jaringan lebih cepat daripada modem.
• Dapat di pasang dengan cepat dan mudah sehingga tidak menyita waktu terlalu banyak.
• Murah.
Kekurangan dari menggunakan Antena Wajanbolic yaitu :
• Karena berupa 'solid dish maka pengaruh angin cukup besar sehingga memerlukan mounting ke tower yang cukup kuat.
• Level daya yang dipancarkan tidak bisa dikendalikan dengan baik.
• Tidak sesensitif antena parabola asli dalam menangkap gelombang sinyal.
• Tidak tahan lama, harus melakukan kalibrasi ulang berkali-kali.
2. Antena Omnidirectional
Antena Omnidirectional adalah sebuah perangkat penerima yang mampu mengirim dan menerima sinyal dari segala arah. Fungsi utama antena wireless adalah memperluas area coverage. Antena jenis ini dapat digunakan untuk menerima sinyal siaran televisi atau siaran audio dari stasiun radio, atau memungkinkan perangkat robot untuk dioperasikan dengan menggunakan microwave atau teknologi wireless. Handphone atau layanan telepon selular, serta koneksi internet nirkabel, menggunakan antena omnidirectional sebagai bagian dari proses broadcasting sinyal stabil ke perangkat tersebut.
Dalam desain, Antena Omnidirectional tersusun sebagai perangkat pengirim dan penerima eksternal atau internal. Desain internal untuk Antena Omnidirectional biasanya sangat sederhana, dan mungkin menggunakan desain sederhana yang tidak berbeda dengan sebuah antena dipole. Meskipun kelihatan rumit, antena jenis ini sangat kuat, dan mampu menangkap sinyal stabil untuk jarak jauh.
Spesifikasi Antena Omnidirectional
Antena ini mempunyai sudut pancaran yang besar (wide beamwidth) yaitu 360 derajat dengan daya lebih meluas, jarak yang lebih pendek tetapi dapat melayani area yang luas Omni antena tidak dianjurkan pemakaian-nya, karena sifatnya yang terlalu luas sehingga ada kemungkinan mengumpulkan sinyal lain yang akan menyebabkan interferensi. Antena Omnidirectional mengirim atau menerima sinyal radio dari semua arah secara sama, biasanya digunakan untuk koneksi multiple point atau hotspot. Sebuah Antena Omnidirectional adalah antena daya sistem yang memancar secara seragam dalam satu pesawat dengan bentuk pola arahan dalam bidang tegak lurus. Secara garis besar Antena Omnidirectional memiliki jenis yang sama dengan type yang berbeda-beda, adapun untuk kelebihan dan kekurangan Antena Omnidirectional adalah sebagai berikut :
Kelebihan dari menggunakan Antena Omnidirectional yaitu :
• Mempunyai frekuensi jaringan sampai 360 derajat
• Cara membuatnya mudah
• Tidak terlalu banyak mengeluarkan biaya
• Dapat melayani jumlah pengguna lebih banyak
• Daya lebih luas
Kekurangan dari menggunakan Antena Omnidirectional yaitu :
• Proses konneksi ke internetnya lama, karna terlalu banyak membagi-bagi sinyal di 360 derajat tersebut.
• Pengalokasian frekuensi untuk tiap sel agar tidak terjadi interferensi.
• Penggunaan dan penghamburan energi yang besar dalam proses membroadcast 360 derajat.
2.1 Antena Rubber Ducky
Antena Rubber Ducky (atau Antena Bebek Karet Udara) adalah antena monopole elektrik pendek yang berfungsi seperti antena cambuk. Ini terdiri dari kawat kenyal dalam bentuk heliks sempit, disegel dalam karet atau jaket plastik untuk melindungi antena. Antena karet bebek adalah bentuk antena heliks mode normal. Antena bebek karet ini banyak ditemukan diperalatan 2.4GHz 802.11 wireless network, seperti access point dan router wireless. Penambahan gain rata-rata untuk antenna seperti ini sekitar 2-2.2dbi. Salah satu cara untuk menambahkan kekuatan daya dari wireless omnidirectional antenna / rubber ducky antenna ini adalah dengan menambahkan semacam parabola tepat di belakang antena, sehingga antena yang tadinya menyebar luas dapat diarahkan ke dalam salah satu area tertentu. Gain yang didapat sekitar 10 sampai 12 dB.
Antena pendek seperti bebek karet digunakan dalam peralatan radio genggam portabel pada frekuensi VHF dan UHF sebagai tempat antena cambuk panjang gelombang seperempat, yang panjang dan tidak praktis pada frekuensi ini. Bertahun-tahun setelah penemuannya pada tahun 1958, antena bebek karet menjadi antena pilihan untuk banyak perangkat radio portabel, termasuk walkie-talkie dan transceiver portabel lainnya, scanner dan perangkat lain di mana keselamatan dan ketahanan lebih diutamakan daripada kemampuan antena. Bebek karet cukup fleksibel, membuatnya lebih cocok untuk operasi genggam, terutama ketika dipakai di ikat pinggang, dari antena teleskop yang lebih kaku sebelumnya.
Antena bebek karet memiliki gain yang lebih rendah daripada antena seperempat panjang gelombang ukuran penuh, mengurangi jangkauan radio. Mereka biasanya digunakan dalam radio dua arah jarak pendek di mana rentang maksimum bukan merupakan persyaratan. Desain mereka adalah kompromi antara gain antena dan ukuran kecil. Mereka sulit dikarakterisasi secara elektrik karena distribusi arus sepanjang elemen tidak sinusoidal seperti halnya dengan antena linier tipis.
Secara umum dengan monopoles pendek induktif lainnya, antena bebek karet memiliki faktor Q tinggi dan dengan demikian bandwidth yang sempit. Ini berarti bahwa ketika frekuensi berangkat dari frekuensi tengah yang dirancang antena, maka SWR (Standing Wave Ratio) meningkat dan dengan demikian efisiensinya akan turun dengan cepat. Jenis antena ini sering digunakan pada rentang frekuensi yang luas, seperti berkisar antara 100-500 MHz, dan jika lebih besar dari kisaran ini maka kinerjanya akan buruk, tetapi dalam banyak aplikasi radio seluler ada kekuatan sinyal yang cukup berlebih untuk mengatasi segala kekurangan pada antena.
2.2 Antena Omni dan Omni 360 Degree
Antena Omni mempunyai sifat umum radiasi atau pancaran sinyal 360 (derajat) yang tegak lurus ke atas. Omni directional antena secara normal mempunyai gain sekitar 3-12 dBi, sementara untuk 360 Degree Omni Gain yang didapat adalah 5-6 dbi yang digunakan untuk hubungan Point-To-Multi-Point (P2Mp) atau stu titik ke banyak titik di sekitar daerah pancaran. Yang baik bekerja dari jarak 1-5 km, akan menguntungkan jika client atau penerima menggunakan directional antenna atau antenna yang terarah. Yang ditunjukkan di bawah adalah pola pancaran khas RFDG 140 omnidirectional antena.
Radiasi yang horizontal dengan pancaran 360 derajat. Radiasi yang horisontal pada dasarnya E-Field yang berbeda dengan, polarisasi yang vertikal adalah sangat membatasi potongan sinyal yang dipancarkan. Antena ini akan melayani atau hanya memberi pancaran sinyal pada sekelilingnya atau 360 derajat, sedangkan pada bagian atas antena tidak memiliki sinyal radiasi.
2.3 Antena Hustler G6
Antena Hustler G6 merupakan antena omnidirectional vertikal memiliki keunggulan efektif 6 dB, yang memberikan pola yang lebih konsisten, bahkan di daerah marjinal, sangat rendah sudut ditumpuk 5/8 gelombang radiator memberikan keuntungan unggul. Antena ini memiliki panjang ketinggian hingga 7 kaki. Lingkungan yang keras tidak mempengaruhi integritas mekanik atau sinyal. Hustler G6 dibangun dari aluminium dengan kekuatan tinggi dan fiberglass untuk daya tahan cuaca. Model dasar antena Hustler G6 antena vertikal benar-benar mandiri dan mudah dipasang. Saat dibongkar, bagian terpanjang kira-kira 4 kaki, yang membuat Hustler G6 mudah ditangani dan dipindah.
Salah satu tipe Antena Hustler G6 yaitu G6-450 memiliki 4 jangkauan frekuensi diantaranya :
• Hustler G6-450 - 1 : 450 - 458 MHz
• Hustler G6-450 - 2 : 456 - 464 MHz
• Hustler G6-450 - 3 : 462 - 470 MHz
• Hustler G6-450 - 4 : 470 - 478 MHz
2.4 Antena Fiberglass Omni
Antena Fiberglass Omni merupakan jenis antena omnidirectional yang terbuat dari bahan fiberglass. Antena Fiberglass Omni memiliki berbagai macam tipe dan jangkauan frekuensinya ada yang berkisar hingga 900-an MHz dengan daya Gain nya mencapai 10dBi. Antena Fiberglass Omni digunakan oleh perusahaan-perusahaan besar, organisasi swasta dan lembaga pemerintah di seluruh dunia. Antena Fiberglass Omni juga dapat digunakan untuk radio berbasis darat dan laut dan transmisi data untuk lembaga keselamatan umum, organisasi komersial, dan militer.
